member of PT HPAI - Halal Network International (HNI)

member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh
Tampilkan postingan dengan label batu ginjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batu ginjal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juni 2017

Anda Suka Jengkol? Awas Batu Ginjal

Saat Pak Wardoyo (66) masih aktif bekerja dan ditugaskan di daerah Jawa Barat, hampir tiap hari ia disuguhi makanan dengan berbagai jenis lalapan.

Seperti halnya kebiasaan masyarakat Sunda yang selalu makan nasi dengan berbagai dedaunan sebagai lalapan, salah satu yang disertakan dalam lalapan adalah jengkol dan pete.

Rupanya, inilah awal dari penyakit batu ginjal yang dideritanya. Mengapa? Jengkol atau jering (Archindendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya disukai masyarakat yang tinggal di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Bukan hanya sebagai lalapan, jengkol pun bisa dimasak menjadi berbagai macam masakan, seperti semur jengkol atau rendang jengkol.

Saat pemasakan, bisa dipastikan jengkol membuat kehebohan tersendiri. Karena, menimbulkan bau tak sedap. Bukan hanya saat memasak, dari mulut dan urin yang mengonsumsi pun keluar bau tak sedap.

Penyebab bau itu sebenarnya asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Asam amino pada jengkol didominasi oleh asam amino yang mengandung sulfur (S).

Ketika terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau karena pengaruh sulfur tersebut.

Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau. Saat dicerna, jengkol menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal.

“Satu-satunya bahasa Indonesia yang diterima di dunia kedokteran, ya asam jengkolat ini,” kata Dr. dr. Parlindungan Siregar, SpPD.,KGH, Bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam, FKUI, sambil tersenyum.

Nah, saat inilah efek yang sering ditakuti orang terjadi, yaitu jengkoleun atau jengkolan. Konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat.sumber:tribunnews

6 Ciri Gejala Seseorang Terkena Penyakit Batu Ginjal

BATU ginjal bisa sangat menyakitkan ketika buang air kecil. Untuk mencegahnya, mengenali gejala batu ginjal sedini mungkin akan sangat penting.

Mengenali gejala batu ginjal akan mempengaruhi peluang suksesnya pengobatan. Karena itu, sadari setiap pertanda yang dirasakan tubuh.

Berikut 6 ciri gejala seseorang terkena penyakit batu ginjal:

Nyeri di sisi perut belakang atau bawah
Lokasi batu ginjal menyebabkan pada jenis gejala yang dirasakan. Gejala ini ditandai dengan nyeri di satu sisi punggung dan perut bagian bawah. Perubahan tingkat intensitas terjadi saat dan ketika batu bergerak ke lokasi yang berbeda.

Darah dalam urine
Beberapa gejala yang mungkin timbul adalah rasa sakit saat buang air kecil, urine berbau tak biasa dan darah dalam urine. Selain itu, perih ketika buang air kecil juga bisa menjadi pertanda batu ginjal.

Kerikil
Anda mungkin melihat munculnya batu-batu kecil di buang air kecil. Tapi ini mungkin tidak menimbulkan rasa sakit.

Mual dan muntah
Hal ini disebabkan karena batu struvite yang terutama terbentuk akibat infeksi saluran kemih. Bisa juga menimbulkan gejala seperti demam.

Hyperuria
Ini adalah kondisi yang akan membuat Anda ingin buang air kecil lebih sering. Hal ini tergantung bagaimana batu ginjal menghalangi jalan uretra. Inilah salah satu gejala awal batu ginjal.

Tanda-tanda yang parah
Bila rasa sakit menjadi terlalu parah, Anda tidak akan bisa duduk, berdiri atau berbaring dengan nyaman. Anda juga akan merasa sulit buang air kecil.

Revolusi Pasar Muslim 2.0

DALAM buku saya #GenM ”Generation Muslim” (Bentang, 2017), saya menyebut revolusi pasar hijab dan kosmetik halal sejak 2010 sebagai momen...

Find Us on Facebook

Arsip Blog

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors