member of PT HPAI - Halal Network International (HNI)

member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh

Jumat, 24 November 2023

Mewaspadai Penyakti Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Pada awalnya, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan gejala. Namun, sumbatan total pada arteri koroner dapat menyebabkan serangan jantung. 

Arteri koroner adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya oksigen ke otot jantung. Penumpukan lemak di arteri koroner membuat pembuluh darah ini menyempit dan mengeras. Akibatnya, aliran darah dan asupan oksigen ke otot jantung berkurang.


Ketika asupan oksigen berkurang, otot jantung bisa rusak sehingga kemampuannya untuk bekerja juga menjadi terbatas. Hal inilah yang menyebabkan gejala serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas.

Berdasarkan data WHO pada tahun 2019, ada 17,9 juta penduduk di dunia yang meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), di antaranya akibat penyakit jantung koroner (PJK). Sementara di Indonesia, tercatat lebih dari 2 juta orang menderita penyakit kardiovaskular pada tahun 2018.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner dimulai sejak terdapat penumpukan atau plak lemak (aterosklerosis) di dalam arteri koroner. Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut, antara lain:

  • Merokok
  • Menjalani pola makan yang tidak sehat, seperti tinggi lemak dan tinggi gula
  • Menderita tekanan darah tinggi
  • Memiliki kolesterol tinggi

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Ketika plak lemak di arteri koroner belum terlalu tebal, penyakit jantung koroner bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala nyeri dada (angina) mungkin terjadi ketika jantung harus bekerja lebih keras, misalnya saat sedang berolahraga.

Jika arteri koroner sudah tersumbat sepenuhnya, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan gejala serangan jantung, seperti:
  • Nyeri dada yang menjalar ke lengan, dagu, atau punggung
  • Keringat dingin
  • Lemas
  • Sesak napas
  • Mual
Kapan Harus ke Dokter

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala di atas. Pemeriksaan secara berkala oleh dokter juga perlu dilakukan bila Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner. Hal ini karena sebagian penderita mungkin tidak mengalami gejala apa pun.

Diagnosis Penyakit Jantung Koroner

Sebagai langkah awal, dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa faktor risiko yang dimiliki pasien. Bila pasien berisiko terkena penyakit jantung koroner, dokter akan mengukur tekanan darah dan memeriksa kadar kolesterol pasien.

Guna memastikan diagnosis, dokter akan menjalankan metode pemeriksaan berikut:
  • Elektrokardiografi (EKG), untuk merekam aktivitas listrik jantung serta menilai apakah detak dan irama jantung pasien tergolong normal atau tidak
  • Stress test, untuk mendeteksi gejala penyakit jantung koroner yang sering muncul saat pasien sedang beraktivitas
  • Kateterisasi jantung dan angiografi koroner, untuk melihat aliran darah menuju jantung dan mendeteksi penyumbatan di pembuluh darah koroner
Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Pengobatan penyakit jantung koroner umumnya melibatkan perbaikan pola hidup yang akan dikombinasikan dengan obat-obatan atau prosedur medis. Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pola hidup sehat, seperti:
  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang
  • Mengurangi atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga teratur
Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk mengatasi penyakit jantung koroner, misalnya:
  • Pengencer darah, seperti aspirin dan clopidogrel, untuk membantu mencegah pembekuan darah
  • Statin, seperti atorvastatin, simvastatin, dan rosuvastatin, untuk menurunkan kolesterol darah
  • Obat antihipertensi, seperti ACE inhibitors atau ARB, untuk menurunkan tekanan darah
  • Obat penghambat beta, seperti bisoprolol dan metoprolol, untuk mencegah angina dan mengatasi hipertensi
Jika obat-obatan sudah tidak efektif untuk mengatasi gejala, pasien akan disarankan untuk menjalani operasi, seperti:
  • Pemasangan ring jantung di arteri koroner yang menyempit untuk melancarkan aliran darah dan mencegah penyempitan terulang
  • Bypass jantung, untuk mengalihkan aliran darah pada arteri koroner yang menyempit ke pembuluh darah baru yang diambil dari bagian tubuh lain kemudian dipasang ke jantung

Komplikasi Penyakit Jantung Koroner

Jika tidak segera ditangani, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan komplikasi berikut:
  • Serangan jantung, karena arteri yang tersumbat total oleh tumpukan lemak atau gumpalan darah
  • Gangguan irama jantung, akibat suplai darah ke jantung berkurang atau kerusakan pada jaringan yang bertugas menghantarkan aliran listrik jantung
  • Gagal jantung, karena kondisi otot jantung yang tidak cukup kuat untuk memompa darah
Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti:
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara rutin
  • Berhenti merokok
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Mengelola stres dengan baik
  • Memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter secara berkala, terutama jika berisiko terserang penyakit jantung koroner
Sumber: alodokter

Jumat, 03 November 2023

Gaya Hidup Sehat Sebagai Penurun Darah Tinggi Alami

Seseorang dapat dikatakan mengalami tekanan darah tinggi bila hasil pengukuran menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih. Kondisi medis ini tidak boleh dibiarkan karena tekanan darah tinggi dapat merusak organ tubuh seperti saraf, jantung, mata, ginjal, bahkan otak.

Konsumsi obat hipertensi merupakan cara yang paling umum dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun, Anda juga dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat guna mendukung keberhasilan pengobatan.

Olahraga Secara Rutin 

Olahraga merupakan salah satu penurun darah tinggi alami paling cepat. Tak hanya menurunkan tekanan darah, berolahraga selama 30 menit setiap hari juga bisa menurunkan berat badan berlebih, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Jalan santai, joging, bersepeda, atau berenang adalah beberapa pilihan olahraga untuk menurunkan darah tinggi yang bisa Anda coba lakukan.

Jalani Pola Makan Sehat

Konsumsi asupan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian, terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Membatasi konsumsi garam juga dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah agar tetap stabil.

Makanan cepat saji dan makanan olahan, seperti sosis atau kornet, mengandung garam yang sangat tinggi. Oleh karena itu, batasi konsumsi jenis makanan tersebut agar tekanan darah bisa menurun.

Akan lebih baik lagi jika Anda menerapkan diet DASH, program diet yang dirancang khusus bagi penderita tekanan darah tinggi. Tak heran bila diet DASH dianggap sebagai cara penurun darah tinggi alami yang paling cepat.

Hindari Konsumsi Minuman Beralkohol

Menghindari atau bahkan tidak mengonsumsi minuman beralkohol sama sekali juga baik untuk menurunkan tekanan darah. Selain menurunkan darah tinggi, cara ini juga dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, gangguan liver, dan masalah pencernaan.

Kelola Stres

Saat stres, tubuh secara alami memproduksi hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah. Istirahat sejenak dari kesibukan, berolahraga, atau melakukan meditasi bisa Anda lakukan untuk mengendalikan stres sekaligus menjaga tekanan darah tetap stabil.

Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup, yaitu 7–9 jam sehari, dipercaya sebagai salah satu cara penurun darah tinggi alami paling cepat. Hal ini ada kaitannya dengan keseimbangan hormon di dalam tubuh. Saat kurang tidur, terjadi ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.

Rabu, 25 Oktober 2023

Manfaat Madu Untuk Kesehatan

Manfaat madu untuk kesehatan didapat dari beragam kandungan nutrisinya di dalamnya. Di samping gula yang membuatnya terasa manis, madu juga mengandung vitamin A (retinol), vitamin B kompleks, vitamin C, serta beberapa senyawa aktif, seperti flavonoid dan asam fenolik.

Menangkal Radikal Bebas

Senyawa fitonutrien dan sejumlah vitamin pada madu merupakan antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Kandungan ini sangat berguna untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas oksidasi.

Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari kandungan madu yang satu ini, di antaranya meredakan peradangan serta mencegah diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Selain menangkal radikal bebas, senyawa fitonutrien yang terkandung dalam madu juga dapat memperkuat sel-sel imun dalam tubuh. Selain itu, madu juga diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri dan antijamur.

Meredakan Batuk

Rasa madu yang manis dapat memicu produksi air liur untuk melembapkan tenggorokan yang kering sehingga mengurangi rasa gatal di tenggorokan dan keinginan untuk batuk. Selain itu, berbagai antioksidan pada madu juga bermanfaat untuk meredakan peradangan yang bisa memicu batuk.

Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa madu bermanfaat sebagai obat batuk alami yang tidak kalah dari obat batuk medis yang sering diresepkan dokter untuk orang dewasa dan anak-anak berusia di atas 1 tahun.

Mempercepat Penyembuhan Luka

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa madu, terutama madu manuka, bermanfaat dalam mempercepat penyembuhan luka. Madu diketahui dapat membantu menyingkirkan jaringan yang mati, membunuh bakteri yang ada pada luka, dan merangsang pembentukan kulit baru untuk menutup luka.

Jenis-jenis luka yang mungkin bisa disembuhkan oleh manfaat madu adalah luka bakar, lecet, dan luka diabetes, serta sebagai obat terkena air panas. Namun, perlu diingat bahwa madu yang bisa digunakan adalah madu yang terjamin steril.

Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa madu juga bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan. Madu disebut sebagai prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Menjaga Kesehatan Jantung

Senyawa fitonutrien pada madu diduga dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan cara melancarkan aliran darah dan mencegah terbentuknya aterosklerosis. Beberapa penelitian juga membuktikan manfaat madu dalam menurunkan tekanan darah, serta mengurangi kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah.

-------------------

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengonsumsi Madu

Umumnya, madu tergolong aman dan tidak banyak menimbulkan efek samping. Meski begitu, perlu Anda ketahui bahwa madu tidak boleh diberikan kepada bayi atau anak usia di bawah 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

Botulisme adalah kondisi keracunan yang menyerang saraf tubuh dan dapat mengancam nyawa. Risiko ini juga perlu diwaspadai pada ibu hamil yang memiliki masalah pencernaan atau penyakit yang melemahkan sistem imun tubuh.

Hal lain yang juga perlu diingat adalah madu dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang yang juga memiliki alergi terhadap serbuk sari.

Selain itu, ada jenis madu yang penggunaannya harus diwaspadai, yaitu madu rhododendron atau yang dikenal dengan madu gila (mad honey). Madu yang rasanya pahit ini berasal dari ekstraksi nektar bunga rhododendron.

Madu gila memang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dipercaya bermanfaat sebagai obat hipertensi, obat diabetes, dan penambah gairah seksual. Namun, madu ini dapat menyebabkan keracunan dengan gejala meliputi muntah, diare, nyeri dada, pingsan, hingga koma.

Manfaat madu untuk meningkatkan kesehatan memang beragam. Meski begitu, konsumsi madu juga tidak boleh berlebihan, mengingat zat ini tinggi kalori dan gula.

Anda juga juga perlu memastikan bahwa madu yang akan dikonsumsi sudah terdaftar di BPOM RI.

Senin, 23 Oktober 2023

Jumat, 07 Mei 2021

Murah dan Enak, Kenali 4 Manfaat Makan Tempe bagi Kesehatan

Tempe adalah salah satu lauk yang menjadi kesukaan banyak orang di Indonesia. Harganya yang murah dan rasanya yang nikmat menjadi alasan untuk memasukkan tempe ke dalam daftar pilihan makanan favorit.

Lebih dari itu, tempe juga mengandung asupan nutrisi yang baik bagi tubuh. Berikut ini terdapat empat manfaat yang dapat diperoleh dengan makan tempe secara rutin:

Sumber Nutrisi

Tempe mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tempe adalah sumber protein yang baik. Di dalam tempe terdapat mikronutrien diantaranya mangan, fosfor, magnesium, dan riboflavin. Lebih lanjut, kandungan kalsium dan zat besi pada tempe adalah nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh dan cukup jarang diperoleh dari pola makan vegetarian.

Menyehatkan Jantung

Tempe terbukti kaya akan kandungan isoflaven kedelai, yakni senyawa yang telah dipercaya memberikan peran penting dalam kesehatan jantung. Berdasarkan sebuah penelitian, isoflavone kedelai mampu mengurangi kadar kolesterol total dan LDL, di mana kedua hal tersebut adalah faktor risiko utama penyakit jantung.

Penelitian lain dari Macdonald Campus of McGill University mengungkapkan hal serupa bahwa protein dalam kedelai tak hanya menurunkan kolesterol, namun juga mengurangi kadar trigliserida dalam tubuh.

Menjaga Kesehatan Usus

Kandungan prebiotik dalam tempe memberi manfaat baik bagi usus dalam tubuh. Prebiotik adalah sejenis serat yang berperan menyediakan bahan bakar untuk bakteri baik di dalam usus. Hasil penelitian menyatakan bahwa tempe mampu membantu meningkatkan konsentrasi bakteri usus baik yang dipercaya dapat menyehatkan.

Menguatkan Tulang

Nutrisi dari tempe berupa fosfor, kalsium, mangan, dan tembaga berperan penting untuk memperkuat tulang. Contohnya kalsium yang bermanfaat sebagai komponen struktural kunci tulang, sementara fosfor berperan untuk menjaga integritas kerangka dan perkembangan tulang.

Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari mengonsumsi tempe secara rutin. Semoga bermanfaat.

Revolusi Pasar Muslim 2.0

DALAM buku saya #GenM ”Generation Muslim” (Bentang, 2017), saya menyebut revolusi pasar hijab dan kosmetik halal sejak 2010 sebagai momen...

Find Us on Facebook

Arsip Blog

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors